Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
11.16
Jokowi Cyber Siap Hadapi Bahaya Disintegrasi Bangsa
Written By lugasnews on Minggu, 05 Agustus 2018 | 11.16
LugasNews – Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), Jokowi Cyber (Josay) dideklarasikan secara resmi pada Minggu, 5 Agustus 2018 di Rumah Indah Nusantara (RIN) Pasar Minggu Jakarta Selatan, yang juga merupakan tempat persinggahan Joko Widodo saat akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.
“Perlu saya sampaikan bahwa Josay ini didirikan berawal dari keprihatinan kita tentang potensi bahaya disintegrasi bangsa. Jika kita melihat fenomena negara besar lain pun bisa terpecah belah seperti Uni Soviet dan Jerman yang disegani akhirnya mengalami disintegrasi,” ujar Ketua Umum Jokowi Cyber, Prof. DR. Ir. Adji Hoesodo, SH, MH, MBA.
Menurutnya, bangsa Indonesia juga bisa mengalami potensi disintegrasi yang sama ketika bangsa menghadapi Proxy War sebagai perang yang belum diketahui musuhnya siapa. Saat dimasuki infiltrasi budaya asing, bangsa Indonesia akan tidak tahu jati dirinya lagi.
“Hal ini mulai terlihat NKRI kita mulai tercabik-cabik. Yang senang mungkin negara lain atau mungkin kelompok lain yang menginginkan negara ini terpecah-belah. Dalam hal ini yang harus kita pertahankan adalah improvement kita supaya negara kita punya ketahanan nasional yang cukup bagus. Jokowi Cyber akan memunculkan ini karena kita harus peduli terhadap kewaspadaan nasional,” jelas Adji.
Kehadiran Jokowi Cyber, tambah Adji, juga merupakan mitra pemerintah dalam rangka pendidikan politik masyarakat melalui media sosial agar tercipta suasana Kondusif melalui kritik konstruktif bersama membangun bangsa. Adji juga mengklaim bahwa nama Josay akan tetap dipertahankan meskipun Jokowi tidak terpilih lagi sebagai presiden RI.
“Selain menangkal hoax, Josay juga akan mensosialisasikan hasil kerja Jokowi kepada masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah kebawah,” pungkas Adji.
Turut Hadir perwakilan dari beberapa daerah se Indonesia dari Provinsi Bali, Aceh, Sumatra Utara, Irian Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan dari beberapa perwakilan dari luar negri, Pakistan, belanda dan singapura.
Perwakilan dari Jawa Barat Terbanyak dari Bogor Poniman sebagai ketua, H. Ikat H. Karmawan, Sumarna, Agus Maulana, Husen dan bebrapa lainnya. (Red)
Sumber; Jurnal Nusantara
Label:
Politik
22.19
Kejadian
berawal pada hari Rabu 27 April 2017 di Hotel Accram Ciawi dalam acara Semiloka
I yang berjudul “Dengan forum diskusi serta Semiloka Desiminasi Politik Bagi
Perempuan Kita Tingkatkan Kader Perempuan yang berwawasan dalam berpolitik”
dalam acara tersebut hadir tiga utusan dari Kader Perempuan Partai PKPI Kab
Bogor, yang juga dihadiri oleh seluruh
peserta yang merupakan para Kader dari Partai Politik se Kabupaten Bogor yang
diselenggaran oleh Kesbangpol Kab Bogor.
Ketua KPUD Kab Bogor 13 Tahun Baru pertama kali di Somasi Oleh Partai PKPI Kab Bogor
Written By lugasnews on Jumat, 19 Mei 2017 | 22.19
Lugas News.- Dewan Pimpinan Kabupaten Bogor (DPK) Partai
Keadilan dan persatuan Indonesia (PKPI) di Pakan pakan Sari Cikempong Cibinong
Kabupaten Bogor tanggal 16 Mei 2017 telah melayangkan Surat Somasi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor terkait
Pencemaran nama Baik dan Mendiskriditkan Nama Partai dengan menyebutkan PKPI
telah terJadi dua Kubu dan harus diverifikasi ulang.
Kejadian
berawal pada hari Rabu 27 April 2017 di Hotel Accram Ciawi dalam acara Semiloka
I yang berjudul “Dengan forum diskusi serta Semiloka Desiminasi Politik Bagi
Perempuan Kita Tingkatkan Kader Perempuan yang berwawasan dalam berpolitik”
dalam acara tersebut hadir tiga utusan dari Kader Perempuan Partai PKPI Kab
Bogor, yang juga dihadiri oleh seluruh
peserta yang merupakan para Kader dari Partai Politik se Kabupaten Bogor yang
diselenggaran oleh Kesbangpol Kab Bogor.
Sebagai Nara sumber salah satunya adalah Haryanto Surbakti Ketua KPUD menyatakan bahwa, Partai PKPI Kab Bogor belum
terverifikasi karena ada 2 (dua) Kubu yakni Kubu yang Diketuai oleh Denny Maulana
dengan Kubu yang di ketuai oleh Wawan Kurniawan. pada pernyataan diatas terulang kembali pada tanggal 2 Mei 2017 diacara
Semiloka II di tempat dan dengan thema
yang sama.
Pada setiap acara Semiloka dari Partai PKPI
selalu mengirim kader Perempuan 3 (tiga) Orang untuk menjadi peserta pada acara
tersebut.
Rabu
Pagi Redaksi Lugas News Menghubungi
Ketua KPUD Kab Bogor Haryanto Surbakti
melalui Wash Up (WA) mengajukan beberapa pertanyaan yg terkait surat Somasi yg
dilayangkan DPK Partai PKPI Kab Bogor dan mengatakan bahwa sore harinya Sudah langsung merapat ke sekretariat PKPI di Jln Pakan Sari Cikempong Cibinong
Kab Bogor utk menemui Ketua DPK PKPI Kab Bogor Denny Maulana, informasi dari
anggota PKPI mengatakan kebetulan saat itu Ketua Kang Denny Maulana beserta
Sebagian Pengurus sedang Menghadiri pertemuan dengan salah satu Bacalon Bupati
Kab Bogor. Saat dihubungi ketua KPUD
Haryanto Surbakti berada di rumah sakit menemani Ibundanya yg sedang sakit dan
nanti akan akan disambung lagi...?
Lugas
News Mencoba Menghubungi Ketua DPK Denny Maulana dan mengatakan bahwa masalah
ini sdh diserahkan ke Lembaga Bantuan Hukum yg juga adalah Pengurus Partai PKPI
Bidang Hukum dan Ham adalah Nurul Akbar Muharam SH, saat
dihubungi Bang Akbar yang Biasa di panggil sehari-hari mengatakan, bahwa Fungsi
dan tugas Komisi Pemilihan Umum KPU adalah sbagai penyelenggara PEMILU, PILPRES
DAN PILKADA yang merupakan Lembaga Negara yang Independen dan Netral dimana KPU
terbentuk berdasarkan UUD 1945 pasal 22E
Lebih
lanjut Bang Nurul Akbar M. Mengatakan sudah menjadi rahasia Umum yang juga Ketua KPUD sudah mengetahuinya Bahwa
Partai-partai peserta Pemilu 2014 tidak perlu lagi melakukan verifikasi dan hal
tersebut juga sudah disampaikan pula oleh Mentri Dalam Negri Tjahyo Kumolo pada
Media Berita Satu 30 Maret 2017 bulan lalu demikian ungkap Bang Akbar. (Red)
Label:
bogor raya,
Politik
09.03
Yusril Sebut Presidential Treshold 20% Tidak Punya Dasar Konstitusional
Written By lugasnews on Jumat, 05 Mei 2017 | 09.03
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menganggap
usulan pemberlakuan Presidential Treshold (PT) atau ambang batas pencapresan
hingga 20 persen tidak memiliki dasar konstitusional.
Hal itu ditanggapi Yusril, setelah
terdapat tiga fraksi di DPR yakni, PDIP, Golkar dan Nasdem yang tetap
menginginkan adanya Presidential Treshold diantara 20 sampai 25 persen seperti
Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya, atau Pilpres 2014.
Hal itu ditanggapi Yusril, setelah
terdapat tiga fraksi di DPR yakni, PDIP, Golkar dan Nasdem yang tetap
menginginkan adanya Presidential Treshold diantara 20 sampai 25 persen seperti
Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya, atau Pilpres 2014.
"Dengan (adanya) Pemilu
serentak, maka penggunaan PT menjadi mustahil. Bagaimana bisa mendapatkan
jumlah memenuhi syarat PT kalau Pileg dan Pilpres dilakukan serentak pada hari
yang sama?," jelas Yusril saat dikonfirmasi Kamis (4/5/2017)
malam.
Ketua Umum PBB tersebut pun
menjelaskan alasannya, Presidential Treshold 20 persen tidak mempunyai dasar
konstitusional pada Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, pada Pemilu 2014
sebelumnya dilakukan terpisah antara Pilpres dan Pileg.
Maka, sambung Yusril, Calon
Presiden dan Wakil Presiden harus memenuhi kursi di DPR dengan syarat 20 persen
Presidential Treshold. Namun, tidak dapat diberlakukan di Pemilu 2019.
Pasalnya, pada Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres dilakukan secara bersamaan.
"Dan saya anggap ini
bertentangan dengan UUD 1945. Di Pasal 22 E UUD 1945 dengan tegas mengatur
bahwa pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden diusulkan oleh Partai
Politik peserta Pemilu sebelum Pemilu dilaksanakan," jelasnya.
Jadi, tegas Yusril, sebelum Pemilu
Serentak itu dilaksanakan, maka setiap partai atau gabungan partai peserta
pemilu dapat mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Meskipun
ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan Pilpres akan diatur dengan
undang-undang.
"Namun undang-undang yang
(akan) dibuat (terkait PT), tidak boleh bertentangan dengan apa yang sudah
diatur oleh UUD 45 seperti saya terangkan tadi," tandasnya.
sumber Oke Zone
sumber Oke Zone
Label:
Politik
09.03
19 (sembilan Belas) Pengusul Hak Angket KPK
Written By lugasnews on Sabtu, 29 April 2017 | 09.03
Label:
Politik
21.51
DPK PKP Indonesia Kab Bogor siap Hadapi Verifikasi Faktual KPU
Written By lugasnews on Selasa, 10 Januari 2017 | 21.51
Persiapan menghadapi Verifikasi yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor yg Rencananya akan dilakukan Bulan April 2017, Dewan Pimpinan Kabupaten Bogor Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPK PKPI) yang di motori oleh Kang Denny Maulana sebagai ketua menginstruksikan segera rapatkan barisan lakukan konsolidasi sampai dengan tingkat Dewan Pimpinan Desa/Kelurahan (DPD/L) kita sudah tidak bisa main-main lagi mengingat perolehan hasil suara Pemilu 2014 lalu masih sangat Jauh dibawah Parlemen Thresol (PT) 2,5% apalagi kedepan kemunkinan besar akan bertambah besar karena ada beberapa partai mengusulkan adanya kenaikan PT menjadi 5% yang kini Undang Undang Pemilu dan Pilres sedang digodog di DPRRI. maka dengan terbitnya SK MENHUMKAM No. M.HH.29.AH.11.01 PADA TANGGAL 9 Desember 2016 mengesahkan Kepengurusan Dewan Pimpina Nasional (DPN) Bapak Prof DR. AM HENDROPRIYONO ST.SH.MH. sebagai Ketua Umum dan DR. IMAM ANSHORI SALEH SH. Mhum sebagi Sekretaris Jendral, maka kami tidak akan ragu lagi bahwa target kemenangan sudah didepan mata. demikian yang dikatakannya di sekretariat Jalan GOR Pakan Sari Cibinong Bogor
lebih lanjut kang Denny Maulana mengatakan dalam konsolidasi ini kami bentuk tim Kordinator yg setiap tim kordinator memegang satu wilayah Dapil yg didampingi oleh bebrapa dari struktural KSB. pada dasarnya kami sdh siap jauh-jauh hari karena kami sudah mendaftarkan diri ke Kesbangpol dan keKPU kab Bogor sebagai Partai peserta Pemilu maka untuk lebih mantap dengan konsolidasi adalah bagian dari langkah pembinaan kepada para pengurus dan kader agar tetap Solid, serta kami juga sudah membentuk kelengkapan Partai Seperti Badan Pengendalaian Pemenangan Pemilu (BAPPILU) yang dipegang oleh Agus Maulana seorang Aktivis dan Pendiri PKPI serta Barisan Muda PKPI, Para Srikandi dan kini sedang dipersiapan Untuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH). mari kita berdoa saja semoga kelak PKP Indonesia lebih siap menghadi PEMILU dan PILPRES 2019. demikan ungkapnya.
(Sum Red)
lebih lanjut kang Denny Maulana mengatakan dalam konsolidasi ini kami bentuk tim Kordinator yg setiap tim kordinator memegang satu wilayah Dapil yg didampingi oleh bebrapa dari struktural KSB. pada dasarnya kami sdh siap jauh-jauh hari karena kami sudah mendaftarkan diri ke Kesbangpol dan keKPU kab Bogor sebagai Partai peserta Pemilu maka untuk lebih mantap dengan konsolidasi adalah bagian dari langkah pembinaan kepada para pengurus dan kader agar tetap Solid, serta kami juga sudah membentuk kelengkapan Partai Seperti Badan Pengendalaian Pemenangan Pemilu (BAPPILU) yang dipegang oleh Agus Maulana seorang Aktivis dan Pendiri PKPI serta Barisan Muda PKPI, Para Srikandi dan kini sedang dipersiapan Untuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH). mari kita berdoa saja semoga kelak PKP Indonesia lebih siap menghadi PEMILU dan PILPRES 2019. demikan ungkapnya.
(Sum Red)
Label:
Politik
03.37
Ia menambahkan, pemerintah sampai saat ini berupaya terus menjaga perjuangan tersebut. (Red)
SBY: ISIS Adalah Paham Sesat
Written By lugasnews on Minggu, 17 Agustus 2014 | 03.37
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) mengatakan paham ISIS tidak sesuai dengan haluan dan perjuangan
kemerdekaan Indonesia. SBY pun meminta semua pihak, khususnya pemangku
kepentingan agar bisa mengambil tindakan tegas atas penyebaran paham tersebut.
"Pemerintah dengan tegas menolak penyebaran paham sesat ISIS di tanah air, karena sangat bertentangan dan bahkan berbahaya bagi jati diri kita," tegasnya saat berpidato di Gedung DPR, Senayan, Jumat (15/8/2014).
SBY meminta seluruh pihak khususnya pemangku kepentingan agar bisa mengambil tindakan tegas atas penyebaran paham ISIS tersebut. Sehingga Indonesia tidak menjadi tempat untuk berkembangnya paham radikal yang tidak sesuai dengan perjuangan para pendiri bangsa.
"Para pemimpin di seluruh tanah air, saya minta untuk tegas mengambil sikap mengenai tantangan ini. Ini adalah ujian bagi kebangsaan kita, ke-Indonesia-an kita. Indonesia adalah negara berketuhanan, bukan negara agama," tandasnya.
Sebelumnya SBY yang akan mengakhiri jabatannya sebagai presiden pada bulan Oktober mendatang meminta kepada seluruh rakyat Indonesia dan para elit politik untuk tetap menjaga kemerdekaan diantara keberagaman yang ada.
"Kita harus menjaga ke-Indonesiaan kita. Perjuangan kita di abad ke-21 tidak lagi menjaga kemerdekaan, namun menjaga ke Indonesiaan," ujarnya.
Presiden mengatakan, menjaga kemerdekaan dan ke Indonesiaan sangat penting khususnya diera globalisasi ini. Sebab para pendiri Indonesia telah berjuang agar hal itu tetap terjaga.
"Jika para pendiri bangsa dulu mempertahankan kemerdekaan sampai
titik darah penghabisan, bagi generasi kita kini ke Indonesia-anlah yang harus
kita pertahankan mati-matian," katanya."Pemerintah dengan tegas menolak penyebaran paham sesat ISIS di tanah air, karena sangat bertentangan dan bahkan berbahaya bagi jati diri kita," tegasnya saat berpidato di Gedung DPR, Senayan, Jumat (15/8/2014).
SBY meminta seluruh pihak khususnya pemangku kepentingan agar bisa mengambil tindakan tegas atas penyebaran paham ISIS tersebut. Sehingga Indonesia tidak menjadi tempat untuk berkembangnya paham radikal yang tidak sesuai dengan perjuangan para pendiri bangsa.
"Para pemimpin di seluruh tanah air, saya minta untuk tegas mengambil sikap mengenai tantangan ini. Ini adalah ujian bagi kebangsaan kita, ke-Indonesia-an kita. Indonesia adalah negara berketuhanan, bukan negara agama," tandasnya.
Sebelumnya SBY yang akan mengakhiri jabatannya sebagai presiden pada bulan Oktober mendatang meminta kepada seluruh rakyat Indonesia dan para elit politik untuk tetap menjaga kemerdekaan diantara keberagaman yang ada.
"Kita harus menjaga ke-Indonesiaan kita. Perjuangan kita di abad ke-21 tidak lagi menjaga kemerdekaan, namun menjaga ke Indonesiaan," ujarnya.
Presiden mengatakan, menjaga kemerdekaan dan ke Indonesiaan sangat penting khususnya diera globalisasi ini. Sebab para pendiri Indonesia telah berjuang agar hal itu tetap terjaga.
Ia menambahkan, pemerintah sampai saat ini berupaya terus menjaga perjuangan tersebut. (Red)
Label:
Politik
23.51
Sebagai Ketua KPK, Abraham mengatakan bahwa dirinya telah bertanya kepada pimpinan lainnya di komisi antirasuah itu andai kelak maju sebagai capres. Ternyata, katanya, pimpinan KPK lainnya telah memberikan lampu hijau.
Abraham Samad Mengaku direstui untuk Dampingi Jokowi
Written By lugasnews on Rabu, 14 Mei 2014 | 23.51
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad disebut menjadi salah satu kandidat calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi. Abraham bahkan mengaku tak mendapat penolakan dari internal KPK jika kelak maju sebagai cawapres Jokowi.
"Sudah direstui. Saya sudah tanya pimpinan yang lain enggak ada (yang menolak)," ujarnya ketika ditemui di acara Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (15/5).
Abraham menegaskan, dirinya akan tetap mengusung misi pemberantasan korupsi andaikan nantinya memang menjadi cawapres. Sikap itu, lanjut dia, tercermin pada diri mantan pimpinan KPK yang berkiprah di institusi lain.
”Jadi di mana pun kita beradaa, seperti Pak Jasin (Moch Jasin, red) di Kemenag, Pak Haryono (Haryono Umar, red) di kemendikbud, kemudian Pak Ruki (Taufiqurrahman Ruki, red) pernah jadi Wakil Ketua BPK, itu semua mempunyai fungsi yang sangat strategis yaitu membawa misi pemberantasan korupsi," tandas Abraham.
Meski demikian pria asal Makassar itu mengaku pasrah soal kemungkinan menjadi cawapres. “Kita tidak mampu mengatur-ngatur takdir, oleh karena itu sebagai manusia biasa kita akan lihat ke mana takdir kita," katanya.
Label:
Politik
03.42
Pengikut Gusdur Ramaikan MUKERNAS PPP II
Written By lugasnews on Sabtu, 08 Februari 2014 | 03.42
BANDUNG - Sekelompok pengagum Presiden RI ke-5, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ikut meramaikan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kehadiran kelompok yang menamakan diri Kornas Gusdurian itu sebagai bentuk dukungan kepada PPP.
"Kedatangan Kornas Gusdurian yang ikut meramaikan tidak hanya hadir, tapi juga siap beri dukungan untuk PPP pada pemilu," kata Ketua DPP PPP Arwani Thomafi di sela-sela Mukernas II PPP di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/2).
Ada sekitar enam orang perwakilan Kornas Gusdurian yang hadir dalam acara tersebut. Mereka juga memasang spanduk di depan hotel yang berisi ucapan selamat atas berlangsungnya Mukernas PPP.
Menurut Arwani, Kornas Gusdurian juga sempat bertemu dengan sejumlah pengurus DPW PPP. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan aspirasi dan harapan-harapannya untuk PPP.
Sementara Koordinator Kornas Gusdurian, Tarso Ngudi Nugroho mengharapkan PPP dapat mengamalkan pemikiran-pemikiran dan ajaran Gus Dur dalam berpolitik. Terutama yang berkaitan dengan pluralisme dan persatuan.
"Kami juga berterima kasih kepada PPP yang sudah mempertimbangkan Mbak Yenny Wahid sebagai calon presiden," ujarnya.
Label:
Politik










