Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kurikulum 2013 Mengakomodasi Kemampuan Anak

Written By lugasnews on Selasa, 19 Agustus 2014 | 02.11

BANDUNG, LUGAS NEWS - Konsep Kurikulum 2013 dinilai sangat tepat mengakomodasi kemampuan anak yang berbeda-beda, karena pada dasarnya perkembangan otak antara anak yang satu dengan anak yang lain tidak sama. Konsep kurikulum baru yang menginginkan anak selalu naik kelas sangat cocok dengan kondisi ini.

Pengelola Yayasan Permata Hati, sebuah yayasan yang memiliki sekolah jenjang PAUD dan SD di Manado, Sulawesi Utara, Hilda mengatakan hal itu berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun menjadi tenaga pendidik. “Pengalaman saya, ada anak yang di kelas 3 tidak terlihat sama sekali kemampuan akademisnya, ternyata saat di kelas 4, seiring dengan perkembangan otaknya, malah meraih juara pertama,” ujarnya di sela-sela pelaksanaan Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Berprestasi tingkat Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) yang diselenggarakan di Bandung, Rabu (13/8).

Hinda menjelaskan, ada juga anak yang memang kurang di bidang akademisnya, ternyata sangat berbakat membuat puisi dan berprestasi di bidang olahraga. “Inilah yang ditangkap esensi Kurikulum 2013. Sangat mengakomodasi kemampuan anak,” kata Hilda.
Bahkan, ia mengaku sangat setuju dengan penilaian otentik. Anak tidak hanya dinilai dari segi akademisnya, tetapi juga sikap, moral, integritas, kreativitas, dan talentanya. Anak yang kurang di sisi akademik belum tentu bodoh, karena bisa jadi ia berprestasi di bidang lain.

Menurut Hilda, salah satu faktor penting keberhasilan Kurikulum 2013 ada guru. Ia menilai, guru harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam menyediakan bahan-bahan ajar dari berbagai sumber. Misalnya, ketika buku kurikulum belum sampai di sekolah, guru harus aktif mengambil bahan ajar Kurikulum 2013 dari internet dan kreatif meggunakan bahan ajar yang ada di sekitarnya.

“Guru juga harus peka dan mempunyai kemampuan untuk memberi penilaian moral. Kalau dulu mereka kaku dengan materi yang sudah harus diberikan ke murid, sekarang tantangan mereka bertambah lagi. Harus kreatif dan peka,” tutur Hilda.

Ia menambahkan, Kurikulum 2013 benar-benar sesuai dengan kebutuhan zaman. Indonesia perlu pemimpin masa depan yang bermoral dan mempunyai integritas. “Apa artinya intelektual tanpa diimbangi dengan moral dan integritas. Inilah mengapa penting ditanamkan sejak dini,” katanya. (Tarno)

PATURAI TINEUNG SISWA/I KELAS 6 SDN JASINGA 04 TAHUN AJARAN 2013 – 2014

Written By lugasnews on Minggu, 17 Agustus 2014 | 03.34

Lugas News Bgr- Acara Perpisahan SDN Jasinga 04 Desa Pamagersari Kec. Jasinga Bogor kali ini dengan Thema bahasa sunda “PATURAI TINEUNG” yang dilaksanaka bagi para siswa siswi kelas 6 di SDN ini, Acara perpisahan ini dihadiri oleh UPTK XIX yang diwakili  Pengawas TK,SD Kec. jasinga Kab. Bogor, Tokoh Masyarakat Bapak H. Tatang Rahmat, Komite Sekolah dan para wali murid.

 Kepala sekolah SDN JASINGA 04 WUGU Spd MM dalam sambutannya menyatakan pada pelaksanaan pendidikan ada tiga unsur, pertama pendidikan dari keluarga, kedua pendidikan di sekolah dan ketiga pendidikan di masyarakat.

 Dari ketiga unsur tersebut yang paling dikhawatirkan adalah pendidikan di masyarakat karena, bila salah penerimaan akan berakibat patal bagi siswa.

 Maka dari itu Kepsek SDN 04 Jasinga dalam sambutannya mengajak seluruh komponen Masyarakat khususnya Orang Tua siswa bersama sama memantau kegiatan anak- anak kita, baik disekolah maupun diluar sekolah agar tidak salah dalam pergaulan sehari-hari sehingga  rmemiliki sikap dan tingkahlaku positif sesuai dengan harapan kita.

lebih lanjut Kepsek menginformasikan, bahwa Untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2014-2015 agar melampirkan ijazah TK dan berusia 6 tahun serta calon siswa yang mendaftar harus memberikan ukuran baju dan sepatu karena ada bantuan dari Belanda berupa seragam baju batik dan sepatu”
.

Sekolah Dasar Negri 04 JASINGA ini dulunya sangat kurang sekali bantuan dari pemerintah baik sarana maupun prasarana, namun dengan adanya bantuan dari Negara Belanda sekolah ini menjadi salah satu sekolahan yang menjadi vaforit. Dan salah satu program dari bantuan negri belanda ialah bagi siswa siswi SDN Jasinga 04 yang kurang mampu untuk membiayai kejenjang sekolah yang lebih tinggi maka di SD ini akan mendapatkan bea siswa sampai ketingkat SLTA bahkan kalau mendapatkan peringkat/ rengking maka bisa dibantu sampai perguruan tinggi. (Imron Rossy)

Penambahan Jam Belajar Siswa untuk Menambah Volume Pengetahuan dan Pembentukan Karakter

Jakarta, Kemdikbud --- Seiring diimplementasikannya Kurikulum 2013, penambahan jam belajar siswa di sekolah juga mulai diberlakukan. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ibnu Hamad, mengatakan untuk jenjang sekolah dasar (SD), jam belajar yang awalnya 26 jam sekarang menjadi 30 jam. Untuk jenjang SMP dan SMA, awalnya dalam satu minggu siswa belajar di sekolah selama 28 jam pelajaran sekarang bertambah menjadi 34 jam.
“Untuk SD ditambah empat jam, SMP dan SMA ditambah lima hingga enam jam,” kata Ibnu pada gelar wicara dengan radio KBR 68H di Kantor Kemdikbud, Rabu (13/08) pagi.
Ibnu mengatakan, penambahan jam belajar ini filosofinya adalah untuk menambah volume pengetahuan siswa sekaligus pembentukan karakter. Semakin lama siswa berada di sekolah dan berada di bawah pengawasan guru, semakin banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh. Penambahan ini, kata dia, menjadi salah satu solusi dari masalah yang kerap muncul di kalangan siswa, misalnya tawuran dan kekerasan pelajar.
“Konsep besarnya menambah volume pengetahuan dan pembentukan karakter, praktiknya menambah jam pelajaran. Agar anak-anak tidak berkeliaran di mal, tawuran, keluyuran, dan lain lain,” kata Ibnu.
Dalam gelar wawancara ini pula, Ibnu juga menjawab keingintahuan masyarakat mengapa perlu ditambah jam belajar. Selama ini, di berbagai sekolah sering dijumpai para siswa yang berkeliaran di luar sekolah. Hal itu disebabkan sistem pembelajaran yang monolog. Yang terparah, dalam beberapa kasus, siswa hanya diberi catatan oleh guru, dan kemudian guru tersebut meninggalkan siswa dan pergi ke tempat lain. Selain itu, standar sumber pembelajaran juga tidak sama.
Di kurikulum 2013, dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia semua siswa memiliki sumber pembelajaran yang sama dan dikoordinir oleh Kemdikbud. Namun demikian, meskipun dari sumber yang sama, guru bisa menggunakan budaya lokal sebagai contoh kasus di setiap materi pembelajaran. “Jadi di Kurikulum 2013 ini guru dan siswa harus sama-sama hadir di sekolah dan aktif dalam pembelajaran, karena penilaiannya otentik berbentuk portofolio, bukan lagi angka dan rangking,” katanya.

SDN CIBEUREUM 2 Kec.Maja perlu Tambah RKB dan PERPUSTAKAAN.

Written By lugasnews on Minggu, 18 Mei 2014 | 22.28

sDN CIBEUREUM 2 yang berada di kp. Cidadap Desa Gubugan Cibeureum Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Banten. berdiri pada tahun 1976 yang memiliki Ruang Kelas Belajar hanya 5 kelas, sedangkan ruangan untuk guru dan Kepala Sekolah terpaksa menyekat ruang kelas yang ada, sehingga membuat ruang kelas untuk belajar mengajar  semakin berkurang.

Pernah ada Renopasi bangunan sekolah pada tahun 2005, namun tidak ada penambahan pada ruang kelas.
Tahria Sunarya A.MA.Pd sebagai kepala sekolah menerangkan, Sekarang SDN CIBEUREUM 2 memiliki siswa berjumlah 174 orang, Laki - laki 91 orang dan siswa perempuan 83 orang, sedangkan  untuk tenaga pengajar ada 12 guru yang terdiri dari guru PNS 8 orang dan guru sukarelawan (Sukwan) 4 orang sehingga kegiatan belajar dan mengajar tidak nyaman, serta ditambah lagi akan menghadapi penerapan Kurikulum 2013 yang akan dating. demikian yang disampaikan kepada wartawan Lugas News.

kepada Pengawas TK/SD yang berada di UPT Pendidikan Maja Bapak Juminta Spd.MM. ketika dikonfirmasi tentang bangunan sekolah SDN CIBEUREUM 2 yang belum dapat penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) menjelaskan, bahwa dari UPT Pendidikan maja sudah berulang kali mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak namun sampai sekarang belum ada realisasinya.

Kepada Kepala Dinas Kabupaten Lebak Provinsi Banten mohon agar sekolah kami mendapat perhatian dan menjadi bahan pertimbangan sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan maksimal. (Imron Rossy)



Siswa SD dan SMP tidak perlu LKS

Written By lugasnews on Kamis, 15 Mei 2014 | 00.02

JAKARTA - Sebentar lagi masa peralihan tahun pelajaran baru. Biasanya orangtua selalu mengeluh biaya belanja buku yang mahal. Mulai dari buku panduan atau pegangan siswa, hingga buku LKS (lembar kerja siswa) yang tipis tetapi banyak jumlahnya itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku bahwa belanja buku setiap tahun pelajaran baru memang sering dikeluhkan siswa.
Dia mengatakan biaya sekolah yang sudah digratiskan, kadang masih belum mendapatkan respon positif dari orangtua karena masih ada beban membeli buku.

Tetapi Nuh berjanji bahwa tahun pelajaran 2014-2015 ini para orangtua siswa sudah tidak perlu repot-repot belanja buku. Khususnya untuk siswa kelas 1, 2, 4, dan SD serta siswa kelas 1 dan 2 SMP yang tahun ini menjadi sasaran implementasi Kurikulum 2013.

"Sudah tidak perlu membeli buku-buku LKS dan buku pegangan lainnya," papar menteri asal Surabaya itu kemarin. Dia mengatakan buku siswa yang menjadi sasaran kuriuklum anyar itu disuplai gratis oleh pemerintah.
Nuh mengatakan di dalam buku baru itu, sudah banyak disisipkan materi latihan siswa. Sehingga dia mengatakan para guru tidak perlu mewajibkan lagi siswanya membeli LKS.

Nuh menjelaskan implementasi kurikulum 2013 tahun ini menggunakan skema menyeluruh tetapi sebagian. Itu artinya, seluruh siswa di Indonesia SD, SMP, dan SMA merasakan kurikulum baru. Tetapi dibatasi siswa kelas 1, 2, 4, dan 5 SD serta siswa kelas 1 dan 2 SMP dan SMA.

Nuh menjelaskan bahwa skema pengadaan buku kurikulum baru berhasil diperbaiki sehingga memotong birokrasi lelang pengadaan barang. Dia menuturkan Kemendikbud sudah melakukan lelang pengadaan buku kurikulum baru untuk 70 lebih paket berdasarkan regional.

Nah seluruh kepala sekolah diminta memesan buku kurikulum baru di percetakan berdasarkan regional masing-masing. "Uang buku tetap ada di sekolah, tetapi dibayarkan ke percetakan yang memenangkan tender," papar dia.

Dengan cara ini, Nuh meminta sekolah sudah tidak perlu lagi bekerjasama dengan penerbit-penerbit untuk pengadaan buku pelajaran. "Perhitungan kami, bahan belajar dari buku yang diterbitkan pemerintah itu sudah cukup," jelas dia.

Nuh juga berjanji akan melakukan pemantauan terhadap peredaran buku kurikulum baru itu. Tujuannya adalah, untuk mencegah ada sekolah yang menjual buku kurikulum baru dari pemerintah itu kepada siswa. Nuh juga berharap penerbita yang selama ini mengedarkan buku-buku LKS, tidak mendesak para guru serta kepala sekolah untuk membeli LKS.

Nuh menjelaskan harga buku yang diterbitkan Kemendikbud jauh lebih murah dibanding dengan buku-buku yang didarkan penerbit selama ini. "Yang membuat mahal itu bisnis perbukuannya. Kalau urusan percetakannya murah," tandasnya.
Dia mengatakan harga satuan buku pemerintah berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu. Dengan ketebalan hingga 400 halaman.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Achmad Jazidie menuturkan, di jenjang SMA masih dibutuhkan keberadaan buku tambahan. Sebab implementasi kurikulum baru di jenjang SMA menerapkan skema peminatan IPA dan IPS. Sehingga siswa tetap diberikan keleluasan untuk membeli buku tambahan sesuai dengan peminatannya. (wan)

kegiatan ekstrakulikuler

Written By lugasnews on Jumat, 24 Januari 2014 | 22.54

JAKARTA--Kesabaran honorer kategori dua (K2) benar-benar diuji. Ketidaksiapan pemerintah membuat pengumuman kelulusan yang sudah dinanti sekitar 600 ribu honorer K2 itu, lagi-lagi molor.
Setelah Jumat (7/2) petang, Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman menyatakan pengumuman dilaksanakan hari itu, tiba-tiba berubah lagi.
"Maaf, pengumuman tidak bisa dilakukan hari ini, karena data yang diserahkan Panselnas harus dikonversi lagi satu persatu-satu," kata Herman yang menghubungi JPNN dini hari tadi (8/2).
Deputi SDM KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja kepada JPNN juga sudah menyatakan, pengumuman kelulusan dilakukan bertahap mulai Jumat malam.
"Data sudah diserahkan sebagian kepada tim IT KemenPAN-RB. Nanti setiap hari ada perkembangan pengumuman kelulusannya," ujarnya, Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wib.
Namun, lagi-lagi ketidaksiapan pemerintah berujung pada penundaan lagi. Herman lantas menjelaskan kronologis hingga pengumuman molor lagi. Katanya, tadinya yang akan diumumkan hanya 16 instansi pusat saja.
Hanya saja, karena pertimbangan ada jeda waktu dua hari (Sabtu dan Minggu) yang bisa memancing reaksi honorer K2 di daerah yang tidak puas, maka diputuskan pengumuman dilakukan mulai Senin (10/2).
"Tim IT masih bekerja terus. Datanya sebagian sebenarnya sudah bisa ditayangkan dan diserahkan kepada JPNN juga untuk diupload. Namun, karena dua hari waktu yang panjang bagi honorer untuk menunggu, makanya atas pertimbangan pak menteri, semuanya diumumkan Senin besok," tuturnya.
Ditambahkannya, Senin (10/2), pengumuman kelulusan tidak hanya instansi pusat saja tapi juga daerah.
"Pak menteri semuanya aman jadi kalau didahulukan pusat, daerah pasti bertanya-tanya. Jadinya disatukan Senin semuanya. Apalagi datanya ini cukup banyak," tandas mantan pejabat Sumedang ini.

akriditasi

Written By lugasnews on Sabtu, 11 Januari 2014 | 18.29



MI. RAUDLATUL ISLAMIYYAH
HARUS BERSAING KETAT
DENGAN SEKOLAH –SEKOLAH NEGRI
DI DESA KEMANG.
Bogor Lugasnews
Sejak direalisasikanya bantuan fisik dan Nonfisik  oleh Pihak Depag Provinsi Jawa Barat tahun 2012 MI Raudlatul Islamiyah yang berlokasi Di Desa  Kemang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor merubah wajah yang lebih representatif pasalnya ; ketika dikonfirmasi Rakyat Waspada : Kepala MI Nimat Nurjarahman S Pd menjelaskan : Alhamdulillah walaupun bantuan fisik yang kami terima pada dasarnya hanya untuk rehab 1 ruang kelas tapi kami bersama Dewan Sekolah berupaya untuk membangun 3 lokal tambahan agar anak-anak didik kami dapat masuk pagi hari semua, ditambah lagi dilingkungan sekolah kami sangat berdekatan dengan sekolah-sekolah Negri, kalau kami tidak memiliki pasilitas yang lebih menunjang maka kepercayaan warga masyarakat akan berkurang, untuk memasukan anaknya ke sekolah MI,Pungkasnya “  tapi kami dengan para Dewan guru berusaha semaksimal mungkin agar program wajib belajar dan kwalitas pendidikan yang kami terapkan bukan hanya mengacu kepada wajib belajar sembilan tahun,  dengan dukungan para Pengajar yang Propesional dan Disiplin Ilmu yang dimiliki , alhamdulillah sebagian besar  guru yang mengajar di MI Raudlatul Islamiyah  adalah Sarjana, jadi kami tidak khawatir akan kwalitas dan kwnatitasnya .” Tambah Ni’mat  sambil tersenyum…
Diakhir pembicaraan kami dengan Kepala MI,Nimat Nurjarahman menambahkan Maju dan mundurnya lembaga pendidikan swasta  tergantung kepada sumber daya manusia pengelolanya, apabila semua dewan guru yang ada saling mendukung dan membantu berbagai kekurangan dan kelemahan maka akan terjalin keharmonisan,kesuksesan dan kemajuan   baik kepada guru dan peserta didik,.  Semoga dengan ditambahnya ruangan belajar dan pasilitas pasilitas penunjang baik berupa buku-buku bacaan siswa dan guru dapat lebih memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa MI Raudlatul Islamiyah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah Negri , Seraya memanjatkan do’a.

Ahmad.red

Artikel Pendidikan

Written By lugasnews on Jumat, 10 Januari 2014 | 18.19


Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dengan memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang normalnya akan dilewati oleh setiap manusia. Pendidikan adalah bekal untuk mengejar semua yang ditargetkan oleh seseorang dalam kehidupannya sehingga tanpa pendidikan, maka logikanya semua yang diimpikannya akan menjadi sangat sulit untuk dapat diwujudkan.

Faktanya, memang tidak semua orang yang berpendidikan sukses dalam perjalanan hidupnya, tetapi jika dilakukan perbandingan maka orang yang berpendidikan tetap jauh lebih banyak yang bisa mengecap kesuksesan daripada orang yang tidak pernah mengecap pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan adalah alat untuk mengembangkan diri, mental, pola pikir dan juga kualitas diri seseorang.

Jika orang yang sudah dibekali ilmu saja terbukti masih ada atau bahkan banyak yang mengalami kegagalan, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak dibekali ilmu sama sekali? Logikanya sudah pasti mereka akan lebih kesulitan dalam mengembangkan hal-hal yang diminatinya dengan tujuan untuk mendapatkan level kehidupan yang lebih baik. Proses hidup membutuhkan teori, dan dengan pendidikan lah teori tersebut bisa didapatkan.

Jangan meyakini opini sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Apa pun alasannya, setiap orang tetap membutuhkan pendidikan. Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun pendidikan akan membekali anda kualitas diri yang lebih baik sehingga anda akan lebih berpeluang untuk mendapatkan apa yang anda cita-citakan. Pendidikan merupakan alat terpenting untuk merealisasikan semua impian anda.

Pendidikan adalah prioritas untuk menjuju kearah yang lebih baik, dan masa depan yang lebih layak buat Anda.

Penciptaan Manusia

Written By lugasnews on Rabu, 08 Januari 2014 | 18.45



Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa cenderung dan tenteram kepada mereka, dan dijadikan-Nya rasa kasih-sayang diantara kamu sekalian. Sungguh pada hal yang demikian ini terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir

Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sebentar lagi kalian akan menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ……insya الله.
Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang … sesungguhnya singkat saja. Begitu pula…liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa tidak lain untuk beribadah kepada NYA. Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa …dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridlo’an-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam-
.
 

PANA INDONESIA

PANA INDONESIA
Maju Bersama Membangun Bangsa Bersih-bersih NARKOBA

BOGOR EDUTAINMENT

BOGOR EDUTAINMENT
Wisata Pendidikan Indonesia (WPI)

Iklan

Iklan
The Green View terdapat 3 Type 36/84. Harga Promo 250 Jt. .Booking Fee 1 Jt. Dp 25 Jt. Hub ; 081286031101

THE GREEN VIEW 3

THE GREEN VIEW 3
Lokasi di Citayem Bogor
 
link : Radar Bogor | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. lugasnews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger